Tondano, 17 Agustus 2026 – Ditengah semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, keluarga besar Jurusan Pendidikan IPA, Universitas Negeri Manado, melepas salah satu sosok terbaiknya, Dr. Ni Wayan Suriani, M.Si yang memasuki masa purna bakti setelah mengabdikan diri sebagai dosen selama 39 tahun 9 bulan, sejak November 1986 hingga Agustus 2026. Momentum ini menjadi saat yang sangat istimewa, penuh haru, syukur, dan penghargaan atas perjalanan panjang seorang pendidik yang telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan profesionalnya bagi dunia pendidikan.

Hampir empat dekade bukanlah perjalanan yang singkat. Dalam rentang waktu tersebut, Dr. Ni Wayan Suriani, M.Si telah mencurahkan pengetahuan, tenaga, perhatian, dan keteladanan bagi institusi, rekan sejawat, serta berbagai generasi mahasiswa yang pernah menimba ilmu di Jurusan Pendidikan IPA Unima. Pengabdian beliau tidak hanya tercermin melalui pelaksanaan tugas sebagai seorang dosen, tetapi juga melalui kontribusi dalam pengembangan jurusan dan pembinaan sivitas akademika.

Salah satu amanah penting yang pernah diemban beliau adalah sebagai Ketua Jurusan Pendidikan IPA Unima periode 2018–2022. Dalam masa kepemimpinannya, beliau turut membangun budaya akademik yang menjunjung kebersamaan, tanggung jawab, dan pelayanan kepada mahasiswa sebagai bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan Jurusan Pendidikan IPA.

Ketua Jurusan Pendidikan IPA, Dr. Fransiska Harahap, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan mendalam atas seluruh dedikasi dan keteladanan yang telah diberikan Dr. Ni Wayan Suriani, M.Si selama masa pengabdiannya.

Beliau adalah sosok ibu yang luar biasa. Bukan hanya bagi anak-anak beliau, tetapi juga bagi kami para dosen, khususnya dosen-dosen muda, serta seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA. Beliau senantiasa hadir dengan perhatian, nasihat, pengalaman, dan keteladanan yang sangat berarti bagi kami.”

Kehadiran Dr. Ni Wayan Suriani telah memberikan warna tersendiri bagi keluarga besar Jurusan Pendidikan IPA Unima. Bagi para dosen muda, beliau menjadi tempat belajar tentang bagaimana menjalankan profesi pendidik dengan ketekunan, kesabaran, dan tanggung jawab. Bagi mahasiswa, beliau tidak semata-mata hadir sebagai pengajar di ruang perkuliahan, tetapi juga sebagai pendidik yang turut menanamkan nilai kedisiplinan, kerja keras, dan kepedulian.

Masa purna bakti menandai berakhirnya tugas Dr. Ni Wayan Suriani, M.Si sebagai dosen aktif, tetapi tidak mengakhiri ikatan kekeluargaan yang telah terbangun selama puluhan tahun. Ilmu yang telah dibagikan, mahasiswa yang telah dididik, para dosen muda yang telah dibimbing, serta berbagai kontribusi yang telah diberikan menjadi bagian dari jejak pengabdian yang akan terus hidup dalam perjalanan Jurusan Pendidikan IPA Unima.

Selamat memasuki masa purna bakti, Dr. Ni Wayan Suriani, M.Si.

Terima kasih atas setiap langkah yang telah dipersembahkan untuk kemajuan Jurusan Pendidikan IPA Unima.